kolom 2. Undip kok gitu ?
Undip kok gitu ?
Dipojok gedung ICT Undip kami duduk dalam satu barisan sembari mendengar pidato Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA yang menyatakan rasa bangga atas terpilihnya para mahasiswa peserta Peksimida 2018. Peksimida merupaka pecan seni mahasiswa Daerah yang diadakan tiap 2 tahun sekali dan pemenang nya akan berpartisipasi dalam peksiminas yaitu pecan seni mahahsiswa nasional. Prof. Zainuri menjelaskan bahwa dalam fase kali ini duta Undip harus benar-benar menjaga marwah universitas karena di kampus para peserta telah dibekali dengan kompetensi yang mumpuni sesuai bidangnya oleh dosen pendamping. “ bukan persoalan menang ataupun kalah, tetapi jagalah atribut Undip yang membanggakan ini untuk menunjukan sebuah identitas yang terbaik dengan tetap menjaga almamater” harap Prof. Zainuri.
“Kegiatan Pekan Seni Mahasiswa tahun ini terdiri atas 15 tangkai lomba yaitu lomba lukis, komik strip, poster, fotografi, vocal group, nyanyi tunggal pop/hiburan, dangdut, keroncong, seriosa, penulisan karya sastra cerpen, lakon, puisi, baca puisi, monolog, dan tari” Jelas Direktur Kemahasiswaan Undip Drs. Handojo Djoko Waloejo, M.Si. menjadi tuan rumah bukanlah hal yang mudah bagi Undip, berbagai persiapan harus benar benar dikerjakan secara matang. Mulai dari pembukaan acara hingga penutupan. Yaitu dimulai dari tanggal 23-25 agustus 2018.
Acara yang dibuka pada tanggal 23 agustus sekaligus technical meeting dihadiri oleh seluruh peserta lomba. Terlihat ramai nya mahasiswa dari universitas lain disekeliling kami yang didampingi para dosen pembinanya. Dan penutupan acara dimeriahkan oleh musik hadrah dari mahasiswa UIN Walisongo. Namun sayang pentupan sekaligus pengumuman pemenang lomba tak begitu beruntung bagi undip. Hanya ada satu mahasiswa yang maju ketingkat nasional, dan yang lainnya adalah juara dua dangdut putra dan harapan dua seriosa putri.
Mengapa demikian ? memang, dalam setiap perlombaaan ada menang ada kalah. Namun mengapa Undip sebagai tuan rumah yang seharusnya memiliki persiapan matang namun hanya dapat mengirim satu pemenang ?
Dalam perlombaan tangkai seni perlu banyak sekali persiapan yang harus diperhatikan. Latihan rutin yang berkualitas sangat menentukan hasil akhir. Sempat ada wacana pembinaan untuk para delegasi undip menuju peksimida. Namun itu hanyalah wacana yang hanya menjadi rencana. Hingga h-3 pembinaanpun tak ada, beruntungnya mahasiswa undip adalah pemuda yang mandiri. Mereka berlatih sendiri dengan memanfaatkan jejaring internet untuk mengakses youtube.
Tak hanya itu, kesiapan yang kurang matang dari Undip pun terlihat saat technical meeting. Dimana panitia yang semulanya menyiapkan pengiring lagu namun mendadak tidak menyiapkan nya dan menyarankan agar para peserta membawa pengiring masing masing. Hal ini membuat para peserta yang tidak mempunyai pengiring kebingungan dan tak lain bukan delegasi undip pun tidak mempersiapkan pengiring pribadi dikarenakan keterbatasan dana.
Lalu apakah seperti ini yang seharusnya dilakukan Universitas terbaik ke 6 seindonesia dalam penyelengaraan kompetisi seni ? apalagi undip adalah salah satu universitas berbadan hokum yang seharusnya dapat menjadi panutan dan sebagai contoh bagi universitas lain dengan menunjukan ketotalitasannya dalam menggelar sebuah acara dan prestasi prestasi yang diraih oleh mahasiswa nya.
Komentar
Posting Komentar