feature
Misteri
Bungkus Hijau di Kampung Bahari
Dimas mengaku, pemuda Tambaklorok kerap kali mengonsumsi obat batuk sachetan tersebut di malam pada hari libur, lokasi nya ialah tempat gelap dan sepi yang jarang dilintasi oleh orang banyak sehingga bisa lebih leluasa ketika mengonsumsi nya. Untuk mencapai titik fly mereka mengkonsumsi sirup obat batuk sachetan jauh melebihi dosis yang dianjurkan. Bahkan mereka bisa menghabiskan 20-25 sachet agar bisa mabuk. “Yang biasa minum itu anak anak dari kelas 6 SD sampe mereka yang udah gede gede” saut Dimas ketika diwawancarai (09/09/18) Obat batuk sachetan menjadi alternatif sebagai pengganti miras dikarenakan harga nya yang jauh lebih murah dan mudah didapatkan. Mereka menganggap mengonsumsi obat batuk sachetan memiliki kesamaan fungsi dengan miras yaitu dapat menenangkan otak, dan merasa badan menjadi lebih ringan.
Sebagaimana obat-obat lainnya yang terbuat dari bahan kimia dan sangat berbahaya bagi tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan. Dalam sirup obat batuk sachetan mengandung dextromethorpan yang jika dikonsumsi berlebihan akan membuat tubuh mengalami beberapa hal, mulai dari gagal ginjal, hati rusak, pembuluh darah bisa pecah, kulit akan melepuh seperti terbakar, sampai bisa mengakibatkan kematian. Dampak yang begitu berbahaya bagi orang yang mengkonsumis sirup obat batuk dengan dosis tinggi inilah yang membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) gencar melakukan kampanye bahaya obat batuk sachetan bagi jika disalahgunakan.
Komentar
Posting Komentar