feature




Misteri Bungkus Hijau di Kampung Bahari


SEMARANG –Kampung  Tambaklorok,  di  Kelurahan  Tanjungmas,  Kecamatan  Semarang Utara  adalah  kampung nelayan yang letaknya dipesisir pantai Laut Jawa, perkampungan ini dikenal karena keberadaan sarana perdagangan berupa TPI (Tempat Penampungan Ikan) juga dijadikan sebagai kampung Bahari. Kawasan pinggiran yang berkembang menjadi kawasan pemukiman ini memiliki beberapa permasalahan sebut saja miras, namun kali ini miras yang digunakan beda dari biasanya melainkan obat batuk cair sachetan yang dikonsumsi dalam jumlah banyak. Mungkin obat batuk jenis ini sering kita temui di apotek atau bahkan kita pernah mengonsumsi nya sebagai obat batuk, namun lain hal yang dilakukan oleh remaja Tambaklorok, obat batuk sachetan ini justru digunakan untuk mabuk-mabukan. Disepanjang dermaga serta pinggiran pantai kerap kali ditemukan kemasan kemasan sisa obat batuk sachetan. “bungkus hijau obat batuk itu asalnya dari pemuda sini yang tiap malam minggu kumpul untuk minum minum “komik” bareng  sama temen temen nya” ujar Dimas Ariyanto salah satu pemuda Tambaklorok.



 
Dimas mengaku, pemuda Tambaklorok kerap kali mengonsumsi obat batuk sachetan tersebut di malam pada hari libur, lokasi nya ialah tempat gelap dan sepi yang jarang dilintasi oleh orang banyak sehingga bisa lebih leluasa ketika mengonsumsi nya. Untuk mencapai titik fly mereka mengkonsumsi sirup obat batuk sachetan jauh melebihi dosis yang dianjurkan. Bahkan mereka bisa menghabiskan 20-25 sachet agar bisa mabuk. “Yang biasa minum itu anak anak dari kelas 6 SD sampe mereka yang udah gede gede” saut Dimas ketika diwawancarai (09/09/18) Obat batuk sachetan menjadi alternatif sebagai pengganti miras dikarenakan harga nya yang jauh lebih murah dan mudah didapatkan. Mereka menganggap mengonsumsi obat batuk sachetan memiliki kesamaan fungsi dengan miras yaitu dapat menenangkan otak, dan merasa badan menjadi lebih ringan.






Sebagaimana obat-obat lainnya yang terbuat dari bahan kimia dan sangat berbahaya bagi tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan. Dalam sirup obat batuk sachetan mengandung dextromethorpan yang jika dikonsumsi berlebihan akan membuat tubuh mengalami beberapa hal, mulai dari gagal ginjal, hati rusak, pembuluh darah bisa pecah, kulit akan melepuh seperti terbakar, sampai bisa mengakibatkan kematian. Dampak yang begitu berbahaya bagi orang yang mengkonsumis sirup obat batuk dengan dosis tinggi inilah yang membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) gencar melakukan kampanye bahaya obat batuk sachetan bagi jika disalahgunakan.

Komentar